Generasi muda atau remaja saat ini adalah generasi penerus,
untuk itu generasi muda harus mempunyai wawasan yang luas. Dengan pesatnya
teknologi saat ini sudah tidak aneh lagi untuk para remaja ini terpengaruh oleh
Globalisasi.
Globalisasi memungkinkan orang-orang untuk mengenal Belahan
dunia lain dengan mudah. Dengan adanya situs seperti Google, Facebook, Twitter,
Youtube orang-orang terutama para remaja akan lebih mudah mencari informasi
tentang tempat atau Negara lain yang sebelumnya hanya membaca lewat buku saja. Kemudahan
tersebut di dukung oleh Internet dan adanya Smartphone, Laptop dan Komputer
yang mampu membuka situs-situs tersebut dengan mudah. Lalu apabila Globalisasi
yang sangat menguntungkan ini mempengaruhi para generasi pemuda atau
remaja-remaja, adakah dampak buruknya?
Globalisasi berarti menerima budaya dari luar (Global) yang
memungkinkan budaya yang sebelumnya asing bagi para remaja ini akhirnya dapat
diterima. Tetapi apakah semua budaya yang diterima oleh remaja-remaja ini
adalah budaya yang baik?
Kebanyakan dari remaja-remaja saat ini lebih suka hal-hal
yang berbau “Luar Negeri” Ketimbang hal-hal yang berbau Negara sendiri, tak
jarang banyak remaja yang justru meninggalkan atau bahkan tidak mengetahui
budaya Negara sendiri. Hal ini disebabkan karena banyak remaja yang telah
terpengaruh oleh globalisasi lebih bersifat “Konsumen”, maksudnya adalah
menerima dan menjalankan apa yang Globalisasi suguhkan kepada para remaja ini.
Tidak jarang kita melihat banyak remaja yang mengikuti trend pakaian ala Korea,
gaya rambut ala Jepang, dan mendengarkan musik ala barat
Globalisasi juga berlaku terhadap orang-orang dari belahan
dunia lain, yang berarti kita juga dapat mempengaruhi mereka dengan budaya-budaya
kita. Sebagai Generasi muda kita harus berpikir kritis. Kita tidak hanya
mengkonsumsi Globalisasi semata, tetapi juga menggunakan Globalisasi tersebut
untuk ber-produksi. Kita bisa menggunakan sarana Internet dan situs-situs yang
sudah saya sebutkan di atas untuk mengenalkan budaya kita kepada Negara lain.
Jadi intinya adalah, Globalisasi ibaratkan sebuah pisau,
Selain dapat menyerang kita, kita juga dapat menggunakannya, dan itu tergantung
dari seberapa handalnya orang tersebut menggunakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar