!-- SCM Music Player http://scmplayer.net --> expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Snow

Kamis, 13 November 2014

Narkoba di lingkungan kampus

Akhir akhir ini diberitakan dan telah terbukti terdapatnya peredaran narkoba di lingkungan kampus perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Saya akan mengutarakan pendapat saya tentang peredaran narkoba di lingkungan kampus ini.


 Peredaran narkoba adalah kegiatan kriminal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat urban pada jaman modern seperti saat ini. Peredaran narkoba dapat dilakukan dimana saja, di tempat umum seperti terminal, pinggiran kota, pusat kota, sekolah, dan tak terkecuali, perguruan tinggi. Menurut saya, mudahnya Narkoba masuk ke lingkungan perguruan tinggi adalah karena mahasiswa atau mahasiswi yang masih berusia muda adalah pasar yang cukup potensial untuk para pengedar narkoba. Sifat mudah percaya dan depresi berlebihan para mahasiswa dan mahasiswi adalah alasan utama mengapa para pengedar mampu memasarkan narkoba dengan mudah kepada para mahasiswa dan mahasiswi. Beda dengan jenjang pendidikan sebelumnya (SMA, SMK), lingkungan pada jenjang perguruan tinggi dapat dikatakan "Bebas" dari aturan-aturan yang biasanya di dapat pada jenjang pendidikan sebelumnya. Dengan kebebasan tersebut, banyak yang terjebak pada pergaulan yang salah dan akhirnya terjebak dan terjerumus untuk menggunakan narkoba. Tidak hanya menggunakan narkoba, mungkin saja mereka yang sudah terjerumus akhirnya tergoda untuk ikut mengedarkan narkoba, selain karena faktor "ketagihan" dengan narkoba, juga karena melihat potensi penghasilan yang besar dari pengedaran narkoba.

 Dengan semua pendapat yang telah saya bagikan ini, apakah ada kemungkinan adanya pengedaran narkoba di kampus saya (Kampus Gunadarma)?

Menurut saya, kemungkinan adanya pengedaran narkoba di kampus saya masih belum bisa dibuktikan, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pengedaran narkoba di lingkungan kampus. Gedung kampus yang luas dan memiliki banyak ruang yang digunakan untuk "nongkrong" para mahasiswa dan mahasiswi mungkin akan menyulitkan kita untuk mendeteksi adanya pengedaran narkoba.

lalu bagaimana cara untuk mendeteksi adanya pengedaran narkoba di lingkungan kampus?
Saya sering melihat mahasiswa yang berpakaian "tidak pada tempatnya" seperti memakai jeans yang sobek, dan merokok dengan teman-teman yang lainnya di areal kampus, di warung tegal dekat kampus, dan gang-gang kecil di dekat kampus. Bukannya berprasangka buruk, tetapi dengan penampilan yang"urakan" seperti itu saya sendiri berpikiran bahwa mungkin saja salah satu dari orang-orang tersebut adalah pengguna narkoba, lalu mahasiswa yang berpenampilan "seram" dan jarang mengikuti perkuliahan adalah salah satu kandidat mahasiswa yang harus di awasi.

Seandainya ada kejadian tertangkapnya pengguna atau pengedar di lingkungan kampus, bagaimana penanganannya?
Apabila sudah ada kejadian ditangkapnya pengguna atau bahkan pengedar narkoba di lingkungan kampus, penanganan utama yang harus dilakukan adalah meningkatkan keamanan kampus, mungkin dengan adanya razia dan pemantauan secara rutin.

Lalu Bagaimana kiat kita untuk mencegahnya secara pribadi?
Sebenarnya cara mencegah agar tidak terjebak sangatlah sederhana dan mudah. Dengan memilih lingkup pertemanan yang benar adalah cara yang paling sederhana.



Dengan memilih lingkup pertemanan yang benar otomatis kita akan terhindar dari Narkoba di lingkungan kampus, karena teman yang benar adalah teman yang tidak menjerumuskan ke dalam hal-hal yang berbau negatif. Kita juga bisa mengikuti UKM yang disediakan di kampus, seperti halnya Ekstrakulikuler pada jenjang SMA/SMK yang ditujukan agar siswa terhindar dari kegiatan negatif, UKM pada kampus juga bertujuan sama.
Yang terakhir adalah mempunyai iman yang kuat sehingga kita bisa menolak hal-hal atau kegiatan negatif yang ada disekitar kita.
Sumber: Pendapat saya pribadi

Kamis, 16 Oktober 2014

Masalah Individu

Ada banyak sekali masalah dalam sosialisasi antar manusia. Dimulai dari yang paling kecil yaitu masalah individu, lalu ke masalah Keluarga dan masalah Masyarakat. Saya akan memulai dari masalah Individu.

Setiap Individu di dunia ini diciptakan memiliki kepribadian yang berbeda-beda, begitu juga masalah yang di hadapi masing-masing Individu. Dalam pandangan psikologi sosial, manusia disebut individu apabila tingkah lakunya bersifat spesifik dan tidak lagi mengikuti pola tingkah laku umum. dengan adanya perbedaan pola tingkah laku, tidak semua individu dapat bersosialisasi dengan individu yang lain. Apabila ada ketidak-cocokan antara individu yang satu dengan yang lainnya, maka dapat
menyebabkan suatu masalah. Saya akan memberikan contoh masalah sosial yang umum terjadi dan pernah saya alami.

 - Mempunyai kepribadian yang berbeda dengan Individu yang lain.

Setiap Individu mempunyai kepribadian yang berbeda satu dengan yang lainnya. Individu-individu yang mempunyai kepribadian yang berbeda akan cenderung mencari teman yang mempunyai kepribadian yang mirip agar mereka dapat bersosialisasi dengan mudah. Lalu apa yang terjadi apabila seorang individu tidak dapat menemukan teman yang mempunyai kepribadian yang mirip? Biasanya mereka akan menyendiri hingga akhirnya mereka dapat menemukan teman yang mempunya kepribadian yang mirip dengannya. Saya termasuk orang yang mempunyai kepribadian yang berbeda dengan orang lain, sehingga saya mempunyai masalah untuk mendapatkan teman baru. Saat saya berada di jenjang SMP, saya jarang sekali berkenalan dengan teman baru, dan seiring berjalannya waktu dan saya memasuki jenjang SMA, saya mulai belajar untuk berkenalan dengan teman baru, meskipun pada saat itu saya juga memiliki kepribadian yang berbeda dengan teman-teman yang lain. Dengan berbaur bersama teman-teman yang memiliki kepribadian yang berbeda, saya dapat belajar dan mempelajari kepribadian masing-masing orang yang berbeda satu sama lain, sehingga saya akhirnya dapat mencari teman-teman baru dengan mempelajari kepribadian mereka.